Operasi pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Lobang, Nagori Kerasaan 1, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berakhir dengan suasana duka mendalam. Korban yang diketahui bernama Mahyar Batubara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencari gabungan pada Minggu, 13 September 2026 malam.
Kronologi Kejadian dan Aksi Pertolongan Korban
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban saat itu tengah beraktivitas di sekitar kawasan Sungai Lobang. Ketika melihat ada pengunjung lain yang mengalami kesulitan dan terancam tenggelam, Mahyar secara spontan tergerak memberikan pertolongan.
Upaya penyelamatan tersebut membuahkan hasil bagi pengunjung yang ditolong hingga berhasil selamat ke tepian. Namun nahas, Mahyar diduga kehabisan tenaga dan terbawa arus hingga tenggelam di salah satu titik palung sungai yang memiliki kedalaman cukup curam.
Pencarian Intensif hingga Menjelang Tengah Malam
Menindaklanjuti laporan warga terkait adanya orang tenggelam, Tim Basarnas bersama masyarakat setempat bergegas menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Petugas gabungan menyisir aliran sungai serta melakukan penyelaman teknis di area yang dicurigai sebagai titik tenggelamnya korban.
Pencarian berlangsung berjam-jam menembus gelapnya malam dengan jarak pandang air yang terbatas. Ketekunan tim di lapangan akhirnya membuahkan hasil pada pukul 23.15 WIB, saat jasad Mahyar Batubara berhasil dideteksi dan diangkat dari dasar Sungai Lobang.
Evakuasi Jenazah dan Pesan Keselamatan Perairan
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, jenazah korban langsung dibawa oleh petugas untuk kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti keluarga saat menerima kepulangan almarhum yang gugur dalam ikhtiar mulianya menolong sesama.
Insiden ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan terbuka. Warga diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mengenali karakteristik arus dan kedalaman sungai, serta melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan guna mengantisipasi situasi darurat yang tidak diinginkan.
Redaktur: Irma Yani
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik





