Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Uncategorized

TBM 1 Afdeling VI Bukit Lima Terbungkus Makuna, Perlu Penanganan Agar Tanaman Pokok Tumbuh Optimal

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

TBM 1 Afdeling VI Bukit Lima Terbungkus Makuna, Perlu Penanganan Agar Tanaman Pokok Tumbuh Optimal

SIMALUNGUN – Kondisi Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1 di Afdeling VI Bukit Lima, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah areal tanaman terlihat dipenuhi oleh makuna (*Mucuna* sp.). Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diambil pada Sabtu (18/7/2026) pukul 11.32 WIB, tanaman penutup tanah tersebut tampak tumbuh lebat hingga menutupi sebagian besar areal TBM, memicu kekhawatiran akan optimalitas pertumbuhan tanaman pokok.

Makuna merupakan tanaman penutup tanah (*cover crop*) yang umum digunakan di perkebunan karena memiliki berbagai manfaat ekologis. Keberadaannya dikenal mampu mengurangi risiko erosi, menjaga kelembapan tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta menekan pertumbuhan gulma. Dengan pengelolaan yang baik, makuna turut berkontribusi dalam menjaga kualitas dan kesuburan tanah.

Namun, di balik segudang manfaatnya, pertumbuhan makuna yang tidak terkendali dapat menimbulkan tantangan serius bagi perkembangan tanaman pokok. Sulur-sulur tanaman yang menjalar berpotensi membelit batang tanaman muda, menutupi tajuk, serta mengurangi intensitas sinar matahari yang sangat vital bagi TBM 1 untuk tumbuh secara optimal.

Melihat kondisi di Afdeling VI Bukit Lima, penanganan rutin dan terencana menjadi krusial. Kegiatan pemeliharaan yang direkomendasikan meliputi pengendalian pertumbuhan makuna di sekitar tanaman pokok, pembukaan piringan, pembersihan jalur tanaman, serta memastikan setiap pohon memperoleh ruang tumbuh yang memadai. Langkah-langkah ini esensial agar tanaman memperoleh asupan cahaya matahari, sirkulasi udara, dan unsur hara secara optimal, sehingga pertumbuhannya tidak terganggu.

Selain itu, pemantauan berkala sangat diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara fungsi makuna sebagai tanaman penutup tanah dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman utama. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, manfaat makuna dapat tetap dipertahankan tanpa mengorbankan perkembangan TBM menuju fase menghasilkan yang diharapkan.

Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehRedaksi Elang Nusantara

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *