- Pematangsiantar – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan antara Ketua Umum (Ketum) Johansen Roni, T.S, S.H., M.H., C.P.M., dengan rekan-rekan serta jajaran pengurus di ruang kerjanya pada Minggu (23/8/2026). Pertemuan yang dikemas dalam format “temu kangen” ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi santai di akhir pekan, mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi.
Sambil menikmati hidangan kopi dan nuansa kekeluargaan, diskusi mengalir ringan namun berbobot. Para peserta berbagi pengalaman masa lalu, bertukar pandangan strategis mengenai berbagai persoalan hukum terkini, serta membahas dinamika yang berkembang dalam organisasi. Momen ini menjadi platform penting untuk refleksi dan perencanaan ke depan, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan profesionalisme dan kekompakan tim.
Pelajaran Penting dari Pertemuan Penuh Makna
Dari diskusi yang mengalir hangat, Ketum Johansen Roni menyoroti beberapa poin krusial yang menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran:
1. Pentingnya Integritas dan Profesionalisme Hukum: Ketum menekankan bahwa sebagai praktisi hukum maupun bagian dari organisasi, menjaga integritas diri dan memiliki pemahaman hukum yang mendalam adalah fondasi utama dalam menghadapi setiap tantangan. Prinsip ini menjadi landasan moral dan profesionalisme yang tak tergoyahkan.
2. Kepemimpinan yang Membumi dan Partisipatif: Diskusi tatap muka yang santai namun berbobot terbukti efektif dalam mempererat soliditas tim. Hal ini menunjukkan pentingnya seorang pemimpin untuk selalu mendengarkan masukan langsung dari rekan sejawat, menciptakan iklim kerja yang kolaboratif dan inklusif.
3. Silaturahmi sebagai Pilar Penguat Organisasi: Pertemuan informal di luar jam kerja seperti ini terbukti sangat efektif dalam membangun komunikasi yang transparan. Selain mempererat rasa persaudaraan, silaturahmi juga menyelaraskan visi bersama untuk agenda organisasi ke depan, memastikan semua bergerak dalam satu tujuan.
Melalui momen temu kangen yang penuh makna ini, seluruh jajaran yang hadir tidak hanya berhasil melepas rindu, tetapi juga membawa pulang wawasan baru dan semangat kebersamaan yang lebih kuat. Semangat ini diharapkan menjadi pendorong untuk terus bergerak maju, menghadapi tantangan, dan mencapai tujuan organisasi dengan integritas dan soliditas.
Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik





