Dalam upaya mempererat jalinan komunikasi dan kemitraan strategis, sejumlah awak media menggelar silaturahmi hangat dengan Advokat dan Mediator berpengalaman, Johansen Roni, S.T., S.H., M.H., C.P.M., pada Minggu, 23 Agustus 2026. Pertemuan ini berlangsung di kantor hukum Johansen Roni, menandai komitmen bersama untuk membangun sinergi positif antara kedua profesi.
Diskusi Terbuka Mengenai Isu Hukum dan Peran Media
Suasana penuh kekeluargaan dan santai menyelimuti jalannya pertemuan tersebut. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang diskusi terbuka mengenai berbagai perkembangan isu hukum terkini. Selain itu, topik sentral yang dibahas adalah pentingnya peran media massa dalam mengawal penegakan hukum yang berkeadilan di tengah masyarakat. Diskusi ini menyoroti bagaimana informasi yang akurat dan berimbang dapat membentuk opini publik serta mendorong transparansi.
Sinergi Advokat dan Media Sebagai Pilar Edukasi Hukum
Advokat Johansen Roni menyambut hangat kedatangan para insan pers. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pandangannya mengenai keterkaitan erat antara media massa dan profesi advokat. Menurutnya, kedua profesi ini merupakan pilar penting dalam memberikan edukasi hukum yang komprehensif serta menyampaikan informasi yang objektif dan faktual kepada publik.
“Sinergi antara praktisi hukum dan media sangat vital,” ujar Johansen di sela-sela diskusi. Ia menambahkan, “Melalui media, edukasi hukum dapat menjangkau masyarakat luas, sementara fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara berimbang.” Penekanan pada keseimbangan ini menunjukkan pentingnya objektivitas dalam pemberitaan.
Memperkuat Kemitraan Demi Keterbukaan Informasi Publik
Suasana akrab dan penuh kehangatan terus mewarnai jalannya pertemuan, yang diselingi dengan bincang santai dan sesi foto bersama. Kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk terus menjalin hubungan kemitraan dan keterbukaan informasi yang berkelanjutan antara awak media dan lembaga hukum. Tujuannya adalah untuk mendukung terciptanya keterbukaan informasi publik yang lebih baik dan berkualitas.
Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik



