Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Polres Labuhanbatu Selatan Wujudkan Kamtibmas Kondusif dengan Pendekatan Humanis di Kota PinangKebakaran Landa PKS Dolok Ilir Simalungun, Petugas Damkar Berjibaku Kendalikan ApiFernando Albert Damanik Ucapkan Selamat HUT ke-47 Kapolres Simalungun, Tekankan Pentingnya SinergitasKebakaran Melanda Pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Sei MangkeiBPBD Simalungun Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi BencanaKejari Simalungun Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81: Perkuat Komitmen Penegakan Hukum BerintegritasPerpisahan Penuh Kehangatan Mahasiswa KKN STIH Panca Budi di SimalungunAKBP Sah Udur Sitinjak Resmi Jabat Kapolres Serdang Bedagai, Tinggalkan Jejak Inovasi di Pematang SiantarPerkuat Disiplin dan Pelayanan, Kantor Camat Tanah Jawa Gelar Apel Pagi dan Gotong RoyongPersonel Komcad Pematang Siantar Perkuat Fisik dan Disiplin dalam Latihan Terpimpin
Simalungun

Mangokal Holi: Tradisi Batak sebagai Penghormatan Tertinggi dan Pelestarian Adat

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

SUMATERA UTARA, 24 Agustus 2026 – Di tengah kekayaan budaya Nusantara yang dikenal dengan semboyan “Beda suku, beda adatnya”, masyarakat Batak dengan teguh menjaga warisan leluhur mereka melalui tradisi Mangokal Holi, atau dikenal juga sebagai Mangihuthon Holi. Meskipun bagi sebagian masyarakat luar prosesi penggalian dan penyusunan kembali tulang-belulang kerabat ini mungkin terkesan mistis, bagi masyarakat Batak, ritual ini adalah manifestasi penghormatan tertinggi, wujud bakti kepada orang tua, sekaligus upaya mempererat persatuan garis keturunan (marga).

Mangokal Holi merupakan tradisi memindahkan jasad leluhur atau kerabat yang telah lama dimakamkan—bahkan yang telah puluhan tahun mengering—menuju tempat peristirahatan terakhir yang lebih layak, seperti Sopo Tugu atau tugu keluarga.

Makna dan Tahapan Prosesi Adat

Tahap awal prosesi dimulai dengan pengangkatan tulang-belulang dari makam lama. Keluarga kemudian membersihkannya secara cermat menggunakan kain halus dan air jeruk purut atau air khusus. Setelah bersih, tulang-belulang tersebut disusun kembali secara rapi sesuai urutan anatomis, sebelum akhirnya ditempatkan dalam peti kecil atau dipindahkan ke tempat pemakaman permanen di tugu keluarga.

Lebih dari sekadar pemindahan makam, pembangunan tugu dan pelaksanaan Mangokal Holi juga melambangkan kesuksesan finansial (Hamboraon) dan persatuan keluarga besar. Tradisi ini juga mengandung harapan mendalam agar seluruh keturunan yang ditinggalkan senantiasa diberkahi dan hidup dalam kerukunan.

Prosesi Mangokal Holi diiringi dengan pesta adat Batak yang meriah. Acara ini melibatkan alunan musik Gondang yang khas, pembacaan doa-doa, serta jamuan makan bersama yang dihadiri oleh seluruh kerabat, baik yang dekat maupun jauh, dalam semangat kekeluargaan yang dikenal sebagai Dalihan Natolu.

Keunikan tradisi Mangokal Holi memang sering kali menarik perhatian dan memicu rasa penasaran dari masyarakat luas. Namun, di balik itu, tradisi ini secara tegas menunjukkan betapa fundamentalnya nilai ikatan kekeluargaan dan penghormatan terhadap leluhur dalam setiap sendi kehidupan budaya Batak.

Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *