Wajah Baru Jalan Poros Pematang Bandar: Proyek Pengaspalan Skala Besar Dimulai di Simalungun
Simalungun, Elang Nusantara News Today – Kabar gembira menyelimuti para pengendara di Simalungun, khususnya yang melintasi jalan poros Pematang Bandar. Sebuah proyek pengerjaan aspal berskala besar kini tengah berlangsung di kawasan Kerasaan I, menjanjikan perbaikan signifikan pada infrastruktur vital di wilayah tersebut yang telah lama dinantikan.
Teknologi Canggih untuk Kualitas Jalan yang Lebih Baik
Wartawan Elang Nusantara News Today di lapangan melaporkan pemandangan yang menunjukkan keseriusan dan modernitas proyek ini. Di lokasi, sebuah alat berat cold milling machine berwarna kuning mencolok terlihat beroperasi dengan canggih. Mesin ini tidak sekadar menambal, melainkan mengeruk lapisan aspal lama yang rusak secara presisi, menciptakan permukaan dasar yang optimal dan siap untuk pengaspalan baru.
Sisa-sisa pengerukan aspal lama secara efisien dialirkan langsung melalui konveyor ke dalam bak truk jungkit (dump truck) berwarna oranye yang telah siap menampung material bekas tersebut. Penggunaan metode milling ini menandai babak baru bagi jalan utama di Pematang Bandar yang selama ini dikeluhkan karena kondisinya yang berlubang dan tidak rata. Dengan proses ini, perbaikan diharapkan menghasilkan permukaan jalan yang jauh lebih rata, kuat, dan tahan lama dibandingkan sekadar menambal lubang (tambal sulam) biasa.
Sambutan Positif dari Pengendara di Tengah Kemacetan Sementara
Meskipun pengerjaan proyek ini menimbulkan kemacetan sementara di beberapa titik, para pengendara yang melintas menyambut positif inisiatif perbaikan ini. Salah seorang pengendara yang sempat diwawancarai mengungkapkan rasa leganya. “Iya, macet sih. Tapi saya senang akhirnya jalan ini diperbaiki. Sebelumnya bolong-bolong terus,” ujarnya, mencerminkan harapan banyak warga akan jalan yang lebih aman dan nyaman.
Komitmen Kontraktor dan Jadwal Pengerjaan
Tim kontraktor di lapangan terlihat bekerja dengan sigap dan terorganisir, menunjukkan komitmen untuk memastikan pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Berdasarkan data GPS yang tertera pada rekaman di lokasi, pengerjaan ini tercatat aktif pada tanggal 25 Agustus 2026.
Laporan oleh: I:RMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik





