Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Pematang Siantar

Pedagang UMKM di Pematangsiantar Gelar Aksi Unjuk Rasa Terkait Relokasi Lapak

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

Pedagang UMKM di Pematangsiantar Gelar Aksi Unjuk Rasa Terkait Relokasi Lapak

PEMATANGSIANTAR – Puluhan pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang biasa beraktivitas di kawasan Tambun, Kota Pematangsiantar, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 27 Agustus 2026. Aksi yang berlangsung di jalanan terbuka ini menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Dari pantauan Elang Nusantara News Today di lokasi, massa terlihat berkumpul sambil membawa spanduk dan kertas bertuliskan tuntutan mereka, meskipun isi tulisan pada kertas tersebut tidak terlihat jelas. Peserta aksi didominasi oleh pria dan wanita dewasa yang mengenakan pakaian sehari-hari, dengan beberapa di antaranya terlihat mengenakan masker medis.

Melalui orasi, massa menyampaikan aspirasi mereka dengan menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi lapak dagangan mereka oleh pihak terkait. Para pedagang mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut dapat mematikan mata pencarian mereka yang selama ini sangat bergantung pada lokasi strategis di kawasan Tambun.

Kehadiran massa sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat. Meskipun demikian, aksi berjalan dengan tertib di bawah pengamanan dari pihak kepolisian setempat. Petugas kepolisian terlihat bersiaga di sekitar lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memastikan situasi tetap kondusif.

Salah seorang perwakilan pedagang, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, menyatakan harapannya agar pihak pemerintah kota bersedia membuka dialog dan memberikan solusi yang adil bagi para pedagang UMKM. “Kami hanya ingin tetap bisa berdagang untuk menghidupi keluarga, relokasi ini akan sangat memberatkan kami,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa ini berakhir setelah perwakilan pedagang memberikan kesempatan bagi pihak berwenang untuk merespons tuntutan mereka. Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kota belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan para pedagang tersebut.

Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *