Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Polres Labuhanbatu Selatan Wujudkan Kamtibmas Kondusif dengan Pendekatan Humanis di Kota PinangKebakaran Landa PKS Dolok Ilir Simalungun, Petugas Damkar Berjibaku Kendalikan ApiFernando Albert Damanik Ucapkan Selamat HUT ke-47 Kapolres Simalungun, Tekankan Pentingnya SinergitasKebakaran Melanda Pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Sei MangkeiBPBD Simalungun Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi BencanaKejari Simalungun Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81: Perkuat Komitmen Penegakan Hukum BerintegritasPerpisahan Penuh Kehangatan Mahasiswa KKN STIH Panca Budi di SimalungunAKBP Sah Udur Sitinjak Resmi Jabat Kapolres Serdang Bedagai, Tinggalkan Jejak Inovasi di Pematang SiantarPerkuat Disiplin dan Pelayanan, Kantor Camat Tanah Jawa Gelar Apel Pagi dan Gotong RoyongPersonel Komcad Pematang Siantar Perkuat Fisik dan Disiplin dalam Latihan Terpimpin
Batubara

Aktivitas Tambang Galian C di Sungai Air Putih Batu Bara Kembali Disorot Warga

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

Aktivitas Tambang Galian C di Sungai Air Putih Batu Bara Kembali Disorot Warga

BATU BARA – Aktivitas penambangan bahan galian golongan C, berupa pasir dan batu, kembali menjadi perhatian serius warga di wilayah Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Pantauan langsung di lokasi kawasan Desa Sukaraja pada Sabtu (29/8/2026) menunjukkan alat berat jenis ekskavator dan sejumlah truk pengangkut pasir beroperasi di bibir sungai, berbatasan langsung dengan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Operasi pengerukan material sungai ini tampak melibatkan beberapa unit ekskavator yang secara langsung memindahkan pasir ke bak truk. Lalu lintas kendaraan bertonase besar di jalur darat kawasan perkebunan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait potensi dampak kerusakan lingkungan dan erosi di sepanjang bantaran sungai.

Salah seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi mengungkapkan kekhawatirannya. “Pengerukan sungai jika tidak dikontrol dengan ketat dikhawatirkan dapat memicu abrasi dan merusak ekosistem bantaran sungai, apalagi lokasinya berdampingan langsung dengan lahan perkebunan warga,” ujarnya.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan aparat penegak hukum setempat, segera melakukan peninjauan menyeluruh dan penertiban terkait perizinan serta batas wilayah kelayakan operasi penambangan. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih parah di masa mendatang.

laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *