Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Uncategorized

**Kemensos Minta Pemkab Simalungun Percepat Persyaratan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen**.

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

**JAKARTA** – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, untuk mempercepat pemenuhan persyaratan pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

Penegasan ini disampaikan Agus Jabo saat menerima kunjungan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Agus Jabo menargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai awal tahun depan agar sarana pembelajaran bisa langsung dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.

“Jadi, kalau Januari sudah bisa mulai dibangun, Juli sudah bisa dipakai. Minimal untuk kelas dan asramanya. Nanti akan ada kelas, asrama, dapur, tempat makan, dan lain-lain,” jelas Agus Jabo.

Sebelumnya, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Simalungun sempat terkendala administrasi lahan. Dari total ketersediaan lahan seluas 21 hektare, Pemkab Simalungun kini telah memecah sertifikat dan mengalokasikan area seluas 8 hektare yang berlokasi di Panei Tongah, Kecamatan Panei.

Selain percepatan lahan, Kemensos menekankan ketepatan sasaran penerimaan peserta didik. Program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berkualitas, dengan prioritas siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Guna mengantisipasi keterbatasan daya tampung, Kemensos juga menyiapkan jalur alternatif melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di sentra-sentra Kemensos yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui SKB, anak-anak yang belum tertampung di Sekolah Rakyat tetap dapat mengakses pendidikan nonformal gratis untuk program kesetaraan Paket A, Paket B, maupun Paket C. Langkah ini memastikan seluruh anak dari keluarga kurang mampu di Simalungun tetap mendapatkan hak pendidikan yang setara.
**JAKARTA** – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, untuk mempercepat pemenuhan persyaratan pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

Penegasan ini disampaikan Agus Jabo saat menerima kunjungan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Agus Jabo menargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai awal tahun depan agar sarana pembelajaran bisa langsung dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.

“Jadi, kalau Januari sudah bisa mulai dibangun, Juli sudah bisa dipakai. Minimal untuk kelas dan asramanya. Nanti akan ada kelas, asrama, dapur, tempat makan, dan lain-lain,” jelas Agus Jabo.

Sebelumnya, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Simalungun sempat terkendala administrasi lahan. Dari total ketersediaan lahan seluas 21 hektare, Pemkab Simalungun kini telah memecah sertifikat dan mengalokasikan area seluas 8 hektare yang berlokasi di Panei Tongah, Kecamatan Panei.

Selain percepatan lahan, Kemensos menekankan ketepatan sasaran penerimaan peserta didik. Program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berkualitas, dengan prioritas siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Guna mengantisipasi keterbatasan daya tampung, Kemensos juga menyiapkan jalur alternatif melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di sentra-sentra Kemensos yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui SKB, anak-anak yang belum tertampung di Sekolah Rakyat tetap dapat mengakses pendidikan nonformal gratis untuk program kesetaraan Paket A, Paket B, maupun Paket C. Langkah ini memastikan seluruh anak dari keluarga kurang mampu di Simalungun tetap mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Redaktur: Irma Yani
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *