Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Simalungun

Mangokal Holi: Tradisi Batak sebagai Penghormatan Tertinggi dan Pelestarian Adat

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

SUMATERA UTARA, 24 Agustus 2026 – Di tengah kekayaan budaya Nusantara yang dikenal dengan semboyan “Beda suku, beda adatnya”, masyarakat Batak dengan teguh menjaga warisan leluhur mereka melalui tradisi Mangokal Holi, atau dikenal juga sebagai Mangihuthon Holi. Meskipun bagi sebagian masyarakat luar prosesi penggalian dan penyusunan kembali tulang-belulang kerabat ini mungkin terkesan mistis, bagi masyarakat Batak, ritual ini adalah manifestasi penghormatan tertinggi, wujud bakti kepada orang tua, sekaligus upaya mempererat persatuan garis keturunan (marga).

Mangokal Holi merupakan tradisi memindahkan jasad leluhur atau kerabat yang telah lama dimakamkan—bahkan yang telah puluhan tahun mengering—menuju tempat peristirahatan terakhir yang lebih layak, seperti Sopo Tugu atau tugu keluarga.

Makna dan Tahapan Prosesi Adat

Tahap awal prosesi dimulai dengan pengangkatan tulang-belulang dari makam lama. Keluarga kemudian membersihkannya secara cermat menggunakan kain halus dan air jeruk purut atau air khusus. Setelah bersih, tulang-belulang tersebut disusun kembali secara rapi sesuai urutan anatomis, sebelum akhirnya ditempatkan dalam peti kecil atau dipindahkan ke tempat pemakaman permanen di tugu keluarga.

Lebih dari sekadar pemindahan makam, pembangunan tugu dan pelaksanaan Mangokal Holi juga melambangkan kesuksesan finansial (Hamboraon) dan persatuan keluarga besar. Tradisi ini juga mengandung harapan mendalam agar seluruh keturunan yang ditinggalkan senantiasa diberkahi dan hidup dalam kerukunan.

Prosesi Mangokal Holi diiringi dengan pesta adat Batak yang meriah. Acara ini melibatkan alunan musik Gondang yang khas, pembacaan doa-doa, serta jamuan makan bersama yang dihadiri oleh seluruh kerabat, baik yang dekat maupun jauh, dalam semangat kekeluargaan yang dikenal sebagai Dalihan Natolu.

Keunikan tradisi Mangokal Holi memang sering kali menarik perhatian dan memicu rasa penasaran dari masyarakat luas. Namun, di balik itu, tradisi ini secara tegas menunjukkan betapa fundamentalnya nilai ikatan kekeluargaan dan penghormatan terhadap leluhur dalam setiap sendi kehidupan budaya Batak.

Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *