Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Batubara

Aktivitas Tambang Galian C di Sungai Air Putih Batu Bara Kembali Disorot Warga

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

Aktivitas Tambang Galian C di Sungai Air Putih Batu Bara Kembali Disorot Warga

BATU BARA – Aktivitas penambangan bahan galian golongan C, berupa pasir dan batu, kembali menjadi perhatian serius warga di wilayah Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Pantauan langsung di lokasi kawasan Desa Sukaraja pada Sabtu (29/8/2026) menunjukkan alat berat jenis ekskavator dan sejumlah truk pengangkut pasir beroperasi di bibir sungai, berbatasan langsung dengan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Operasi pengerukan material sungai ini tampak melibatkan beberapa unit ekskavator yang secara langsung memindahkan pasir ke bak truk. Lalu lintas kendaraan bertonase besar di jalur darat kawasan perkebunan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait potensi dampak kerusakan lingkungan dan erosi di sepanjang bantaran sungai.

Salah seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi mengungkapkan kekhawatirannya. “Pengerukan sungai jika tidak dikontrol dengan ketat dikhawatirkan dapat memicu abrasi dan merusak ekosistem bantaran sungai, apalagi lokasinya berdampingan langsung dengan lahan perkebunan warga,” ujarnya.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan aparat penegak hukum setempat, segera melakukan peninjauan menyeluruh dan penertiban terkait perizinan serta batas wilayah kelayakan operasi penambangan. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih parah di masa mendatang.

laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *