Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Batubara

Proyek Bendungan Sei Dalu Dalu di Sukaraja Diduga Picu Banjir, Warga Harapkan Solusi Bersama

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

Warga Desa Sukaraja, wilayah yang berdekatan dengan kawasan Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, menyampaikan keluhan menyusul terjadinya luapan air yang merendam sejumlah titik permukiman. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan dampak pengerjaan proyek pembangunan bendungan di aliran Sungai Sei Dalu Dalu.

Kondisi di lapangan memperlihatkan peningkatan debit air di aliran sungai yang tidak mampu tertampung secara optimal. Aliran air disinyalir terhambat oleh proses pengerjaan bendungan yang tengah berlangsung, sehingga memicu air meluap ke akses jalan desa hingga pekarangan rumah masyarakat sekitar.

Hambatan Aliran Air dan Akses Jalan Warga

Berdasarkan dokumentasi visual dan pantauan di lokasi, genangan air sungai berwarna cokelat tampak membasahi kawasan di sekitar tanggul proyek. Situasi kian menyulitkan aktivitas masyarakat lantaran adanya penumpukan material pasir di beberapa titik yang menutupi jalur transportasi, sehingga mengganggu mobilitas harian warga yang melintas.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat setempat berinisiatif menggelar aksi gotong royong secara swadaya. Warga bahu-membahu menata penahan darurat guna meminimalkan laju luapan air ke kawasan permukiman yang lebih luas sembari menjaga keselamatan lingkungan sekitar.

Pemerintah Desa Dorong Koordinasi Cepat dan Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi keluhan masyarakat, pemerintah desa setempat mengimbau seluruh lapisan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas curah hujan tinggi terus melanda wilayah tersebut. Kewaspadaan dini dinilai sangat krusial untuk mencegah timbulnya kerugian materiil maupun ancaman keselamatan jiwa.

Selain memberikan imbauan mitigasi, pemerintah desa juga mendorong pihak-pihak berwenang untuk segera duduk bersama dan berkoordinasi langsung dengan pihak pelaksana proyek pembangunan bendungan. Langkah dialogis ini dinilai penting demi merumuskan solusi teknis yang tepat dan berkeadilan, agar pengerjaan infrastruktur dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Redaktur: Irma Yani
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *