GUNUNG MALELA, 5 September 2026 – Aksi balap liar yang melibatkan sejumlah remaja di kawasan Gajing, Kecamatan Gunung Malela, dilaporkan semakin marak dan menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat. Kegiatan ilegal ini biasanya mulai berlangsung menjelang malam, sekitar pukul 22:00 WIB, mengganggu ketenangan dan keamanan lingkungan.
Selain berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan dan pengendara lain yang melintas, ajang balap liar ini juga diduga kuat menjadi wadah perjudian lokal. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, nilai taruhan yang dipasang pada setiap putaran balapan disinyalir berkisar antara Rp50.000 hingga Rp200.000.
Keresahan Warga Akibat Kebisingan dan Bahaya
Salah seorang warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatirannya. “Mereka sering berkumpul malam-malam, knalpotnya bising dan sangat mengganggu waktu istirahat. Ngeri juga kalau ada pengguna jalan lain yang melintas karena mereka memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.
Kondisi ini tidak hanya menciptakan polusi suara yang mengganggu istirahat warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kecepatan tinggi dan manuver berbahaya yang dilakukan para pelaku balap liar sangat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri maupun pengguna jalan lain yang kebetulan melintas di area tersebut.
Harapan Masyarakat Terhadap Aparat Penegak Hukum
Masyarakat berharap agar aparat kepolisian, baik dari Polsek setempat maupun Polresta, dapat segera turun tangan. Warga mendesak dilakukannya patroli rutin dan penertiban secara tegas di titik-titik rawan tersebut. Mereka juga berharap agar pengawasan tidak hanya dilakukan saat aksi berlangsung, melainkan juga pengawasan berkelanjutan, terutama pada malam Minggu yang sering menjadi puncak kegiatan balap liar.
Langkah ini dianggap krusial demi menjaga ketertiban umum serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan. Penertiban yang konsisten diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh warga Gajing dan pengguna jalan di Gunung Malela.
Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik




