Portal berita dalam jaringan
PT SCTAR Media Group
Breaking News
Police Goes to School, Kapolsek Silou Kahean Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba, Bullying hingga Balap LiarKapolres Simalungun Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalinsum Siantar-Medan, Ingatkan Pelajar dan Warga Jauhi Narkoba**Waspada Bahaya Narkoba! Wakapolres Simalungun Ingatkan Pelajar SMP-SMA Assisi Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan.**Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bandar Huluan Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying, 37 Siswa Disorot soal Knalpot BrongGerak Cepat Polsek Gunung Malela, Sopir Angkutan Umum Diamankan Terkait Dugaan Pencurian iPhone Milik PelajarUnggul 44 Suara, Jinton Firgo Purba Terpilih Jadi Pangulu Antar Waktu Nagori Pamatang PanombeianMenjaga Kesuburan Bumi Simalungun: Pengangkutan Tangkos Sawit Berjalan Tertib di Dolok Batu NanggarSafari Minggu Kasih di HKBP Serbelawan, Kapolres Simalungun Bagikan Paket Makanan dan Ajak Jemaat Jauhi Narkoba serta Judol– Haul ke-17 TGB di Hatonduhan , berlangsung aman Kapolres Simalungun hadir wakili Kapolda Sumut.Tindak Lanjuti Pemberitaan Media, Polsek Bandar Huluan Cek Dugaan Rokok Ilegal di Pematang Kerasaan Rejo
Simalungun

Balap Liar di Gajing Gunung Malela Resahkan Warga, Diduga Jadi Ajang Taruhan Ratusan Ribu

Bagikan:WhatsAppFacebookX
Informasi Editorial

Pihak yang disebutkan dalam pemberitaan berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau hak jawab melalui kanal resmi redaksi.

GUNUNG MALELA, 5 September 2026 – Aksi balap liar yang melibatkan sejumlah remaja di kawasan Gajing, Kecamatan Gunung Malela, dilaporkan semakin marak dan menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat. Kegiatan ilegal ini biasanya mulai berlangsung menjelang malam, sekitar pukul 22:00 WIB, mengganggu ketenangan dan keamanan lingkungan.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan dan pengendara lain yang melintas, ajang balap liar ini juga diduga kuat menjadi wadah perjudian lokal. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, nilai taruhan yang dipasang pada setiap putaran balapan disinyalir berkisar antara Rp50.000 hingga Rp200.000.

Keresahan Warga Akibat Kebisingan dan Bahaya

Salah seorang warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatirannya. “Mereka sering berkumpul malam-malam, knalpotnya bising dan sangat mengganggu waktu istirahat. Ngeri juga kalau ada pengguna jalan lain yang melintas karena mereka memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Kondisi ini tidak hanya menciptakan polusi suara yang mengganggu istirahat warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kecepatan tinggi dan manuver berbahaya yang dilakukan para pelaku balap liar sangat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri maupun pengguna jalan lain yang kebetulan melintas di area tersebut.

Harapan Masyarakat Terhadap Aparat Penegak Hukum

Masyarakat berharap agar aparat kepolisian, baik dari Polsek setempat maupun Polresta, dapat segera turun tangan. Warga mendesak dilakukannya patroli rutin dan penertiban secara tegas di titik-titik rawan tersebut. Mereka juga berharap agar pengawasan tidak hanya dilakukan saat aksi berlangsung, melainkan juga pengawasan berkelanjutan, terutama pada malam Minggu yang sering menjadi puncak kegiatan balap liar.

Langkah ini dianggap krusial demi menjaga ketertiban umum serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan. Penertiban yang konsisten diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh warga Gajing dan pengguna jalan di Gunung Malela.

Laporan: IRMAYANI
Editor: Fernando Albert Damanik

Bagikan:WhatsAppFacebookX
EN
Ditulis olehIrma Yani

Tim redaksi Elang Nusantara menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *